Kurikulum 2013 Tekankan Kompetensi dan Karakter

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Dua poin penting yang menjadi tujuan utama kurikulum 2013 yakni kompetensi dan karakter, utamanya integritas anak didik. Dengan demikian, teladan pendidik menjadi penting agar dua tujuan itu tercapai.

Demikian ungkap konsultan Pendidikan Yayasan Sukma Media Group, Khoiruddin Bashori, mengakhiri workshop dan diklat pengembangan kurikulum 2013 dan kreativitas mengajar, Minggu (15/12). Kegiatan itu terselenggara atas kerja sama Yayasan Sukma, Media Group, Lampung Post, dan NasDem, dan berlangsung selama dua hari di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Jalan Cut Mutia.

Lebih lanjut, Khoiruddin menjelaskan berdasarkan temuan Forum Ekonomi Dunia 2012—2013, indeks daya saing global Indonesia menempati posisi urut 50. Berbeda dengan Malaysia yang mendapatkan nomor urut 25 dan Singapura dengan nomor urut dua. “Artinya, kompetensi penduduk Indonesia jauh tertinggal dibanding negara tetangga yang dulunya belajar dari Indonesia,” kata Khoiruddin.

Dari sisi karakter, bangsa Indonesia saat ini juga tengah dilanda krisis integritas. Hal ini dapat dilihat dari maraknya kasus korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan. “Nah, kurikulum 2013 ini, dua hal itu yang ingin diperkuat, kompetensinya bagus, karakternya juga dapat. Jadi, selain kompeten, juga mempunyai integritas,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Dewan Redaksi Media Group, Djajat Sudradjat, mengatakan kurikulum harus dibuat sesuai kebutuhan saat ini. “Persoalan hari ini soal implementasi. Sayangnya, setiap pembuatan kurikulum baru tidak pernah tuntas secara maksimal,” kata dia.

Untuk itu, agar baik dalam implementasinya, menurut mantan Pemred Media Indonesia itu, diperlukan keadilan dalam hal infrastruktur pendidikan hingga ke daerah terpencil agar setiap program nasional dapat dilaksanakan secara serentak.
Calon legislator Partai NasDem ini menilai pengembangan kurikulum 2013 lebih kepada menyelaraskan aspek-aspek kognitif dan afektif agar imbang. Pendidikan itu harus diutamakan dalam dua hal membangun kompetensi dan integritas.

“Kalau cuma kompetensi saja tapi tidak punya kejujuran dan akhlak mulia, akan sia-sia juga, karena ilmu yang didapatkan akan diselewengkan juga di luar yang seharusnya. Sebaliknya, kalau dia hanya punya kejujuran tapi tidak punya kompetensi, ya sulit juga. Jadi dua itu harus seimbang,” kata Djajat.

Di sisi lain, dalam kurikulum 2013, guru harus bertindak sebagai motivator, inspirator, dan kreator. Siswa tidak dapat lagi ditinggal-tinggal karena siswa perlu banyak bimbingan. “Yang tak kalah penting, seluruh kemampuan anak bisa berkembang sesuai bidangnya masing-masing,” ujarnya. ()

Laporan : Eka Setiawan
Editor : Sulaiman
Sumber http://lampost.co/berita/kurikulum-2013-tekankan-kompetensi-dan-karakter

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s